BRITNEY SPEARS’ TOP 10 MUSIC VIDEO

Apa yang kamu harapkan dari musik video-nya Britney Spears? Tarian seksi? Kostum minimalis? atau Britney yang sedang nangis dibak mandi sambil mengiris pergelangan tangannya? Dari usia 16 tahun Britney Spears mampu menunjukan bakat drama, tarian spektakuler, mempertontonkan keindahan tubuh dan memberikan sesuatu yang iconic dalam setiap musik video-nya, tak heran beberapa diantaranya menjadi inspirasi penyanyi lain. 10 video klip tentu tak cukup tapi berikut 10 video dari Britney Spears yang bisa dibilang punya ‘perwakilan’ khusus dalam karir bermusiknya. Enjoy!!

10. Oops! I Did It Again (2000)

Sutradara: Nigel Dick

Album: Oops!…I Did It Again

Apa lagu yang paling hits diawal dekade 2000an? Tentu saja Oops! I Did It Again. Liriknya yang ringan, catchy dan sangat ABG membuat hampir semua remaja pada saat itu tau dan bisa menyanyikan lagu ini. Kalau kamu punya masa kecil yang menyenangkan tentu lagu dan gaya khas tariannya sering kamu lihat dipangung-panggung pesta rakyat 17an. Oops! I Did It Again merupakan single pertama dari album kedua Britney, musik videonya disutradarai oleh Nigel Dick. Bisa dibilang musik video ini merupakan tahap pertama transisi seorang Britney yang (dulunya) polos menjadi wanita dengan sejuta pesona. Britney mulai berani mengekspos bentuk tubuh indahnya lewat red-catsuit merah menyala yang sampai sekarang menjadi trade mark Britney dan juga kostum putih yang memperlihatkan perut datarnya. Konsep ceritanya sendiri berawal dari ide Britney dengan setting planet Mars lengkap dengan astronot dan beberapa penari dengan kostum a la millenium, Brit diceritakan mempunyai kendali penuh atas planet merah tersebut dan gak salah kalo si astonot kepincut dengan kecantikan si Penguasa. Biarpun atmosfir Mars-nya hanya efek dari green-screen tapi Brit berhasil menghadirkan sesuatu yang baru pada saat itu. Lewat single ini Brit berhasil mendapatkan nominasi Grammy untuk Best Female Pop Vocal Performance serta 3 nominasi MTV VMA 2000. Meski harus mendapatkan 4 jahitan dikepala serta geger otak ringan karena kejatuhan kamera saat proses pembuatan klip berlangsung tapi tentu saja video klip ini akan selalu menajdi bagian dari masa kecil kita.

9. Piece Of Me (2007)

Sutradara: Wayne Isham

Album: Blackout

Tahun 2007 merupakan tahun yang berat untuk Britney. Karir musik nya sempat menurun karena pemberitaan media Amerika yang bertubi-tubi soal perilakunya dan hidupnya  yang berantakan akibat masalah pribadi. Hal ini lah yang mengilhami Piece Of Me, Britney dan media. Lirik lagunya seolah mewakili suara Britney terhadap perhatian media yang agak berlebihan terhadap kehidupan sensasionalnya, lihat saja liriknya “I’m Miss Bad Media Karma/Another day another drama…/I’m Mrs. LifeStyle of the rich and famous../I’m Mrs. Oh my God that Britney’s shameless..You wanna piece of Me”.

Piece Of Me merupakan salah satu musik video paling penting untuk karir Britney, klip seharga $ 500.000 ini menyajikan konsep parodi terhadap situasi Britney dan media pada saat itu. Digambarkan seorang Britney yang hendak pergi ke club terpaksa menyamar hanya untuk mengecoh paparazi namun kemanapun Britney pergi, kamera akan selalu berada disekelilingnya. Meski tidak begitu mengandalkan tarian yang heboh tapi video klip ini menjadi awal ‘comeback’ yang bagus untuk Britney, terbukti 3 moonman dari MTV Video Music Awards 2008 berhasil dibawa pulang termasuk kategori Video Of The Year!

8. Me Against The Music (2003)

Sutradara: Paul Hunter

Album: In The Zone

Putri dan Ratu Musik Pop dalam satu video itulah Me Against The Music. Setelah sebelumnya mengegerkan dunia dengan kissing maut mereka di MTV VMA 2003, Me Against The Music sakan menjadi sikuel dari cerita The Princess and The Queen Of Pop ini. Me Against The Music merupakan single pertama dari studio album keempat Britney, In The Zone. Musiknya banyak dipengaruhi banyak elemen hip-hop dengan balutan funk guitars yang catchy. Liriknya sengaja dibuat bersahutan seolah mewakili 2 generasi didunia musik seperti lirik ‘So how would you like a friendly competition? Let’s take on the song!' Tentu bukan suatu kebetulan jika kolaborasi 2 pop icon ini menajdi salah satu duet paling panas diindustri musik pop.

Konsep musik vidoenya pun tak berbeda jauh dari isi lagunya, memadukan dua style yang berbeda. Britney dan Madonna digambarkan terpisah, Britney yang mewakili generasi masa kini mengenakan stelan jas hitam sedangkan Madgie, icon pop dari generasi terdahulu mengenakan stelan jas berwarna putih. Hal paling menariknya ada adegan kucing-kucingan Brit dan Madgie disebuah labyrinth raksasa dan tentu saja aksi bibir bertemu bibir yang sayangnya harus terpotong karena ternyata Madonna memiliki kekuatan menghilang :P Single ini juga sempat menjadi Hot Dance Sales Single of the Year pada ajang Billboards Music Awards 2004.

7. Everytime (2004)

Sutradara: David LaChapelle

Album: In The Zone

I may have made it rain/Please forgive me/My weakness caused you pain/And this songs’s my sorry. Dari bait lagunya saja sudah jelas Everytime merupakan ungkapan maaf Britney kepada seseorang. Ini merupakan lagu dan video musik paling emosional yang pernah dibuat Britney. Britney menulis lagu ini setelah hubungannya dengan Justin Timberlake kandas, banyak juga yang mengatakan ‘Everytime’ merupakan respon untuk hit Justin yang berjudul, ‘Cry Me A River’.

David LaChapelle sang sutradara mampu memvisualisasikan emosi yang tersimpan dari lagu ini dan membantu Britney memaksimalkan kemampuan beraktingnya. Dimana Britney memerankan dirinya sendiri sebagai seorang superstar yang memiliki masalah dengan kekasih, setelah melewati pertengkaran hebat akhirnya si lelaki menemukan Britney bersimbah darah didalam bathtub. Britney tewas dan digambarkan terlahir kembali menjadi bayi suci. Awalnya ada adegan dimana Britney mengiris pergelangan tangannya hingga berdarah dan tewas dalam klip ini namun karena diprotes oleh beberapa organisasi di Amerika karena ditakutkan memicu ‘trend’ bunuh diri dikalangan remaja, adegan tersebut dihapus. ‘Everytime’ berhasil memberikan Britney gelar Best Female di ajang MTV Europe Music Awards 2005.

6. Womanizer (2008)

Sutradara: Joseph Kahn

Album: Circus

Bukan Britney kalau tidak membuat sensasi. Womanizer bisa dibilang video yang bisa membuat jantung lelaki normal berdetak dua kali lebih kencang. Bagaimana tidak, Britney berani tampil habis-habisan untuk semua adegan, termasuk adegan tanpa sehelai benangpun didalam sauna, ini sebagai respon terhadap hujatan tentang berat badannya pada saat itu.

Video Womanizer juga bisa dibilang bab ke dua dari Toxic. Britney tampil dalam berbagai macam karakter di video ini mulai dari sekertaris cantik yang menggoda rekan kerjanya, waitress seksi dengan tubuh berbalutkan tattoo sampai supir pribadi yang menggoda. Britney mengatakan Toxic adalah kristalisasi dari karirnya pada saat itu dan ada unsur-unsur yang perlu diperbaiki dan kemudian diwujudkan dalam Womanizer.

Britney harus rela menurunkan sedikitnya 4,5 kg untuk beraksi dalam video klipnya ini. Kesuksesan klip seksinya di internet dikatakan sebagai bentuk kembalinya Britney dan merupakan bukti bahwa Britney masih dinanti penggemarnya

Best Pop Video versi MTV VMA 2009 ini ditonton 7 juta pasang mata hanya dalam kurun waktu 48 jam setelah premiere di YouTube, singlenya terjual lebih dari 3 juta kopi di Amerika. Womanizer juga menjadi single dengan lompatan terbesar dalam sejarah Billboard Hot 100, 67 ke posisi puncak hanya dalam satu minggu.

5. …Baby One More Time (1998)

Sutradara: Nigel Dick

Album: …Baby One More Time

Siapa yang tak tahu gadis berseragam sekolah berkepang dua yang menari-nari dilorong sekolah, gadis itulah yang mencuri perhatian dunia dan tentunya kita untuk pertama kalinya! …Baby One More Time merupakan roket yang membawakan Britney pada kesuksesan besar. Singlenya pekaed di #1 chart Billboard Hot 100 sekaligus menjadi juara di 20 negara termasuk Indonesia, Britney juga berhasil membawakan angin segar untuk dunia musik yang pada saat itu didominasi oleh boyband-boyband.

Videonya disutradarao oleh Nigel Dick yang awalnya berkonsep kartun dimana Britney hampir saja didandani a la Power Ranger lengkap dengan senjata laser dan dibuat untuk menarik perhatian anak-anak. 

Untungnya Britney tidak setuju dengan konsep yang diajukan sutradara, hasilnya? …Baby One More Time dibuat sesuai kemauan Britney. Digambarkan keadaan kelas yang membosankan terselamtkan dengan bunyi bel lalu Britney dan teman-temannya mulai menari dilorong-lorong kelas. Settingnya dibuat sangat remaja, berlokasi di Venice High School di Los Angeles merupakan tempat yang sama dengan yang ada dalam film Grease. Britney juga memperlihatkan keahlian gymnasticnya dibeberapa scene video ini.

Hasilnya? 4 MTV Europe Music Awards, Billboard Music Awards dan hampir seluruh penghargaan musik bergengsi berhasil dibawa pulang berkat …Baby One More Time. Video ini tercatat sebagai video paling iconic sepanjang masa versi MTV.


4. I’m A Slave 4 U (2001)

Sutradara: Francis Lawrence

'I'm A Slave 4 U' menandakan evolusi dalam karir bermusik Britney. Mungkin orang-orang terbiasa mendengar lirik-lirik manis dilagu-lagu sebelumnya, tapi di 'I'm A Slave 4 U', Britney mengusung musik yang berbeda. Banyak elemen Hip Hop dan R&B disini, menjadikan lagunya terdengar lebih dewasa dan kompleks.

'I'm A Slave 4 U' sendiri mengisahkan seseorang yang menjadi budak musik. Tak peduli dalam keadaan dehidrasi sekali pun tak bisa menghentikan kamu bernyanyi dan menari. Dikisahkan Britney dan segerombolan penarinya berada dalam suatu tempat seperti sauna, Britney membuka video dibalkon lalu berjalan dilorong-lorong yang terlihat seperti rumahh bordir, banyak penari-penari mengenakan pakaian minim dan berkeringat disini seperti menunjukan panasnya keadaan disana. Koreografinya yang iconic dikerjakan oleh penari Puerto Rico, Mayte Garcia dan tentu saja Brian Friedman. 'I'm Slave 4 U' juga menjadi salah satu performance paling memorable di MTV VMA 2001, dimana Britney menari sambil membopong albino Burmese Phyton. Video nya diarahkan oleh Francis Lawrence dan menjadi salah satu video musik terbaik dari Britney Spears, banyak yang menjadikan klip ini sebagai patokan seberapa panas video-video klip Britney dimasa mendatang.

3. Hold It Against Me (2011)

Sutradara: Jonas Akerlund

Album: Femme Fatale

Memiliki perjalana karir seperti telenovela rupanya menginspirasi Britney untuk membuat konsep klip ini. Itulah yang disuguhkan dalam Hold It Against Me, bukan hanya sekedar tarian seksi dan pakaian minim seperti banyaknya klip dari artis wanita namun ini merupakan gambaran perjalanan karirnya selama 13 tahun didunia musik.

Sekedar kilas balik, kita mungkin telah mengikuti episode-episode karir seorang Britney Spears dari awal kemunculannya hingga sekarang. Dimana seorang gadis Amerika yang lugu dan manis mucul didunia musik dan mencuri perhatian dunia, mulai melepas image ‘baik-baiknya’ lalu bermetamorfosis menjadi wanita seutuhnya, kemerosotan dalam karir hingga hingga the comeback yang menjadikan Britney lebih kuat dari sebelumnya, itulah filosofi yang bisa kita lihat dari klip ini.

Video dibuka dengan meteor yang menghantam bumi seolah menggambarkan karir Britney yang melesat bagai meteor diawal kemunculannya. Fenomenanya yang luar biasa kemudian digambarkan dengan set berbagai macam kamera yang mengelilingi Britney dan juga mikrophone yang menjadi ilustrasi hubungan Britney dan media. Ada juga saat Britney menyanyi dikelilingi dengan ratusan layar televisi yang menayangkan semua video klip terdahulunya sebagai gambaran kalau Britney tumbuh dan sudah melalu berbagai macam fase baik dalam karir dah kehidupan pribadinya. Adegan paling sensasional tentu saat 2 Britney melakukan adegan kung-fu dan berusaha saling menjatuhkan lalu berhasil bermetamorfosis menjadi Britney yang lebih baik dari sebelumnya.

Selain single nya yang sukses besar, klip ini mendapatkan pujian dari kritkus untuk segi artisitik dan visualnya. Promosinya pun termasuk heboh dengan menyajikan 14 teaser dalam 14 hari sebagai countdownhingga premiere video epic ini.

2. Till The World Ends (2011)

Sutradara: Ray Kay

Album: Femme Fatale

Sesuai dengan musiknya yang nge-beat dan bisa tentunya bisa bikin kamu bergoyang, ‘Till The World Ends’ merupakan dance-video-epic yang banyak dinantikan para penggemar Britney. Banyak yang membandingkan klip ini dengan ‘I’m A Slave 4 U’ karena untuk pertama kalinya sejak era In The Zone kita bisa melihat kembali dance move Britney yang maksimal. Meski tidak seliar aksinya diklip-klipnya yang terdahulu.

Video ini mengambil tema post-apocalyptic lengkap dengan penanggalan akhir dunia versi suku maya diawal video, dengan latar Los Angeles yang hancur persis seperti yang saya permah lihat dalam film Resident Evil. Britney open the video by walk and if you don’t know, i looove Britney’s walk! Kita bisa melihat Britney mengenakan her-super-edgy-Burberry-prorsum-studded-leather-jacket berjalan menyusuri lorong-lorong kecil dan berkumpul bersama penari-penarinya. Bagian terbaiknya tentu saat Britney dengan tatapan khas nya yang tajam menyorot kamera! Fierce, sexy but innocent at the same time. With a little giggles, aahhh! Adorable!Lalu Britney mulai menari, although she doesn’t dance as she did in her past, I think she kills it!! 
Atmosfir yang ditampilkan juga menggambarkan panasnya keadaan dibawah sana dengan tone-warna yang sedikit suram namun tak ada yang bisa kamu lakukan selain menari. Satu hal yang saya suka dari video ini, Britney menunjukan karakternya yang santai tanpa mencoba terlihat cool! Alur cerita yang menarik membuat klip ini menjadi klip Britney favorite saya, i mean siapa yang tidak panik ketika mengetahui dunia akan berakhir dalam hitungan jam?

Britney merilis 2 versi untuk klip ini, satu berisikan plot cerita lengkap dengan dance-dancenya dan satu lagu Dance Version yang lebih banyak menampilkan adegan tarian.


1. Toxic (2004)

Sutradara: Joseph Kahn

Album: In The Zone

Setiap video membutuhkan gambaran yang iconic agar mudah diingat, itulah Toxic. Sebelum Lady Gaga dan Katy Perry muncul dengan tema futuristik dan dandanan nyentrik, Britney telah lebih dulu melakukannya diklip seharga 1 juta dollar ini. Video yang disutradarai oleh Joseph Khan ini mengambil tema superheros dimana Britney memerakan 3 karakter wanita dalam 1 ego, dikisahkan Britney menjadi seorang detektif yang menyamar menjadi pramugari lalu mencuri semacam akses rahasia dari saku seorang pria yang digodanya, adegan kemudain berlanjut ditempat berlatar belakang kota Paris, Britney dengan rambut merahnya berhasil membobol tempat penyimpanan ‘Toxic’ menggunakan black pass yang dicuri dipesawat. Adegan berakhir disebah kamar dimana seorang pria menunggu kedatangan Brit namum harus tewas karena racun yang ditumpahkan kemulut sang pria. The best part tentu saja adegan Britney menyanyi dan menari dengan hanya dibalut kristal swarovski.

Lewat Toxic, Britney berhasil memenangkan Grammy pertamanya untuk kategori Best Dance Recording. Lagu dan video klipnya juga banyak mendapat pujian positif dari para kritikus. Ada yang menyebutnya sebagai salah satu lagu terbaik diawal dekade 2000 dan bisa menjadi tolak ukur dance-pop-song sampai saat ini.

Britney Spears Indonesia for CreativeDisc.com